Sunday, February 10, 2019

Museum Bank Indonesia Surabaya


Mungkin sebagian kalau mendengar kata Museum Bank Indonesia selalu menjurus ke arah kota tua Jakarta Utara. Namun sebenarnya museum Bank Indonesia tidak hanya terletak di kota tua saja. Salah satunya ada di Surabaya tepatnya di Jalan Garuda No. 1 Kota Surabaya. Sama seperti di Jakarta, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan perbankan & Bank Indonesia.

Sejarah Singkat

Pada tanggal 14 September 1829, De Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia) membuka cabangnya di Surabaya. Sebagai lembaga keuangan yang dibebani kepercayaan dan kehati-hatian dalam mengelola keuangan, de javasche bank memiliki gaya arsitektur yang konservatif dalam menanamkan brand-image pada masyarakat yaitu Neo-Renaissance atau gaya Eklektisisme yang lebih condong ke arah arsitek klasik Yunani/Romawi. Sebelumnya museum ini terdiri dari 3 gedung namun karena salah satu gedung sudah tidak layak fungsi maka sekarang hanya terdapat dua gedung dimana gedung utama sebagai museum & gedung kedua beralih fungsi menjadi kantor.



Inside The Museum


Ruang pertama yang Traveler kunjungi adalah Ruangan Bawah Tanah yang dulunya merupakan ruangan brangkas untuk penyimpanan uang emas & barang-barang penting lainnya milik nasabah. Di ruangan ini terdapat beberapa ruangan yang masing-masing memiliki koleksi sendiri. Di ruang bawah tanah ini juga terdapat kaca yang dahulunya berfungsi layaknya CCTV atau kamera pengawas. Selain itu juga terdapat brangkas lama yang sampai sekarang belum bisa dibuka dikarenakan brangkas ini tidak bisa dijebol atau dihancurkan dan tidak ada yang tahu berapa kombinasi angka dari berangkas tersebut.

Kaca yang berfungsi sebagai CCTV

Brangkas lama

Ruangan pertama yang Traveler kunjungi adalah Ruangan Koleksi Hasil Konservasi. Di ruangan ini, Traveler bisa melihat berbagai macam koleksi bahan bangunan yang dulu pernah digunakan sebagai pondasi Bank Indonesia Surabaya. Di ruangan ini juga terdapat replika emas batangan & juga terowongan yang digunakan untuk memindahkan uang.


Ruangan Koleksi Hasil Konservasi

Terowongan Khusus

Genting yang pernah menjadi fondasi BI Surabaya

Ruangan berikutnya adalah Ruangan Koleksi Uang. Sesuai dengan namanya, ruangan ini menyimpan berbagai macam koleksi uang dari zaman kolonial sampai sekarang.

Ruang Koleksi Mata Uang

Koleksi Mata uang kertas

Sambil menuju ke ruang berikutnya, Traveler bisa melihat berbagai macam koleksi mesin yang dahulu pernah digunakan di Bank Indonesia Surabaya & berhubungan dengan uang kertas seperti Mesin Pond yaitu mesin yang digunakan pada zaman Belanda untuk melubangi uang kertas atau surat berharga untuk membuktikan kalau uang atau surat berharga tersebut sudah tidak layak edar, Mesin Sortasi & Peracik Uang Kertas yaitu mesin yang digunakan untuk menghitung & mensortir uang kertas, Mesin CVCS yaitu mesin yang fungsinya hampir sama dengan mesin sortasi dengan tambahan bisa menditeksi keaslian uang, dan Mesin Perusak Uang Kertas.

Koleksi mesin perbankan
Mesin Sortasi
Mesin CVCS

Mesin Pond
Mesin Perusak Uang Kertas

Ruangan berikutnya adalah Ruangan Koleksi Pusaka Budaya. Diruangan ini terdapat berbagai macam koleksi peralatan yang pernah digunakan di Bank Indonesia Surabaya seperti Kursi tempat istirahat direktur, Mesin hitung uang logam, mesin sandi dan lain-lain.

Ruang Koleksi Pusaka Budaya

Mesin Hitung Uang Logam

Kursi tempat duduk direktur
Mesin Sandi

Dari lantai bawah, Travaler bisa menuju ke lantai atas atau lantai utama museum ini. Tidak banyak koleksi yang ada disini hanya beberapa tempat/bilik yang digunakan untuk melakukan transaksi perbankan, beberapa koleksi foto dan replika gedung Bank Indonesia Surabaya saat ini.

Lantai Utama
Rolling Door


Bilik Transaksi

Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari jam 08.00 - 16.00 & sama seperti museum lainnya di Surabaya setiap hari senin & hari libur nasional tutup. Masuk Museum ini tidak mengenakan biaya alias gratis.