Tuesday, August 18, 2015

Museum Listrik & Energi Baru


Tidak bisa dipungkiri kalau listrik merupakan bagian terpenting dari manusia di zaman modern. Namun bagaimana cara listrik itu dibuat, sumber apa saja yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan energi listrik, dalam hal apa saja listrik digunakan dalan kehidupan & bagaimana pencarian manusia dalam mencari sumber energi baru pengganti listrik di masa depan nanti...??? maka di museum inilah jawabannya. Museum yang terletak di dalam kawasan Taman Mini ini adalah museum yang menerangkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia kelistrikkan.

Mobil listrik buatan PLN
Inside The Museum

Sama seperti Museum Transportasi, Museum ini terdiri dari dua area peragaan yaitu Area Outdoor & Area Indoor. Area yang pertama Traveler lihat adalah Area Outdor. Di area ini, Traveler bisa melihat berbagai macam pembangkit listrik. Yang pertama Traveler lihat adalah Kincir air yang memanfaatkan tenaga yang dihasilkan untuk diubah menjadi energi. Bersebelahan dengan kincir air, terdapat sebuah PLTD (Pusat Listrik tenaga Diesel), Transformator 3 phase & Governor di PLTA. Selain koleksi diatas, masih banyak pula koleksi yang ditampilkan di area outdor ini seperti penerangan jalan energi listrik dari matahari, kompor tenaga surya, panel surya, pembangkit listrik tenaga angin (PLTA), mobil listrik buatan Institut Teknologi Surabaya, mikrohidro, genset yang pernah digunakan di Istana Negara & Rumah Energi baru. Selain beberapa alat peraga, di area outdoor juga terdapat sebuah taman bermain yang dikhususkan untuk anak-anak.

Kincir Air
Panel Surya
PLTA














Kompor Tenaga Surya
Rumah Energi Baru










Genset milik istana
Mobil tenaga surya buatan ITS
Setelah menikmati berbagai macam alat peraga yang ada di area outdoor, sekarang saat nya Traveler untuk menikmati Area Indoor museum ini. Area indoor museum ini dibagi menjadi dua anjungan yang terdiri dari 2 lantai. Anjungan pertama yang Traveler kunjungi adalah Anjungan Listrik. Di lantai pertama anjungan ini berisi mengenai penjelasan apa itu listrik, sejarah penemuan listrik, berbagai bentuk energi primer dan berbagai contoh percobaan yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan dalam proses penemuan listrik. Di lantai ini terdapat bola dunia yang bisa berputar berikut dengan penjelasannya, alat pengukur energi potesial, generator van de graff, elektromagnet, bagaimana prinsip transformator, motor listrik, generator gelombang sinus, berbagai alat percobaan kelistrikan & berbagai macam alat-alat peraga lainnya. Oh iya di tengah gedung ini juga terdapat sebuah tabung raksasa bewarna biru, tabung ini adalah contoh dari Reaktor Nuklir PWR (Pressurized Water Reactor).

Lantai 1 anjungan listrik
Mesin energi potensial
Generator van de graff










Motor listrik
Mesin hukum faraday
Mesin elektromagnet












Reaktor nuklir PWR
Di lantai 2 anjungan ini terdapat 2 area. Area pertama yang Traveler kunjungi adalah area Komponen transmisi dan distribusi listrik. Di area ini, Traveler bisa mempelajari bagaimana proses produksi listrik & penyaluran untuk kehidupan masyarakat. Selain itu, Traveler bisa mengetahui mengenai bahaya-bahaya listrik, tata cara pemasangan instalasi listrik yang benar & perlunya listrik dalam berbagai bidang kehidupan mulai dari bidang transportasi, rumah tangga dan industri.

Lantai 2 anjungan listrik
Diorama proses produksi & penyaluran listrik
Diorama sistem kelistrikan jawa-bali
Miniatur edukasi
Diorama kereta listrik

Contoh listrik di rumah tangga & lampu ketinggian gedung
Setelah kita melihat area komponen transmisi dan distribusi listrik, saatnya kita menuju ke area berikutnya yaitu area pembangkit listrik dan sejarahnya. Sesuai dengan namanya, di area ini kita bisa melihat berbagai macam maket pembangkit listrik yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari pembangkit listrik tenaga gas, uap, air, sampai dengan contoh dari pembangkit listrik tenaga nuklir. Tidak hanya itu, di area ini kita juga bisa melihat macam-macam komponen yang menjadi penunjang bagi pembangkit listrik tersebut.

Turbin air
Diorama PLTN PWR
Diorama PLTGU








Contoh briket batubara
Diorama PLTU Suralaya 
PLTU Indonesia Power








Model Scattered Diesel Power Plants Package
Setelah Traveler berkeliling di Anjungan Listrik, saatnya mengunjungi anjungan yang berikutnya yaitu Anjungan Energi Baru. Di anjungan ini Traveler bisa melihat bagaimana upaya umat manusia dalam mencari energi listrik baru dengan memanfaatkan berbagai macam sumber. Sama seperti anjungan sebelumnya, anjungan ini juga memiliki 2 lantai. Di lantai pertama terdapat berbagai macam alat-alat percobaan yang bisa menghasilkan listrik mulai dari Microcomputer induction Cooker (Kompor Induksi), Magneto Hidro Dinamik yaitu pembangkit listrik tanpa bagian yang bergerak, generator van de graff yang bisa dipegang, mesin wimhurst, tesla coil dan lain sebagainya. Selain beberapa alat percobaan, di ruangan ini juga ada Peta potensi energi baru di Indonesia yaitu peta yang menampilkan lokasi potensi jenis sumber energi baru yang ada di kepulauan Indonesia. Oh iya di tempat ini juga ada kids corner untuk anak-anak dibawah umur 7 tahun.

Model Magneto Hidro Dinamik
Kompor tenaga listrik
Generator van de graff







Tesla coil
Peta potensi energi baru di Indonesia
Di lantai 2 anjungan, kita bisa melihat mengenai upaya manusia dalam pencarian sumber energi baru. Seiring dengan berkembang & semakin majunya teknologi, kebutuhan akan energi juga semakin besar oleh karena faktor ini penggunaan bahan bakar fosil akan semakin ketat & ketersediaan cadangannya pasti habis. Atas karena hal tersebut maka manusia terus berusaha untuk mencari sumber energi baru untuk mengganti energi fosil yang semakin lama semakin berkurang. Di area ini dijelaskan bagaimana usaha manusia dalam pencarian energi baru yang dijabarkan melalui berbagai area mulai dari aplikasi energi surya, energi samudra (OTEC, gelombang, pasang surut), energi angin, energi biomassa, mikrohydro, energi panas bumi, energi nuklir dan lain-lain.

Lantai 2 anjungan energi baru 
Diorama kota masa depan
Aplikasi energi angin
Aplikasi energi air









Aplikasi energi biomassa
Percontohan desa mandiri energi
Museum listrik & energi baru merupakan museum yang berkonsep 3 in 1 yaitu rekreatif, edukatif dan inovatif. Dengan konsep tersebut kunjungan ke museum ini jadi lebih fun dan mencerdaskan karena dilengkapi dengan berbagai koleksi kelistrikan dari masa ke masa dengan ide penyampaian yang santai tapi sarat informasi dan edukasi yang inovatif dan tidak monoton. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa alat-alat peraga yang bisa membuat kunjungan ke museum ini jadi lebih menyenangkan (yah bisa dibilang belajar sambil bermain lah ^_^)

Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Selasa sampai dengan Minggu & hari besar dari jam 09.00-16.00. Untuk hari Senin Museum ini tutup.

Harga Tiket: Rp. 10.000

Akses menuju ke sana


Untuk Ke museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena Museum ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

So...ingin tau mengenai dunia kelistrikan, sejarahnya, penelitian sekaligus belajar mengenai dunia kelistrikan...??? maka museum ini wajib dikunjungi oleh para Traveler, Happy Electricity ^_^.

Thursday, August 13, 2015

Museum Minyak & Gas Bumi (MIGAS)


Kalau dengar dari namanya, Traveler pasti sudah bisa menebak museum apa ini. Museum yang terletak di kawasan Taman Mini & dibangun dalam rangka memperingati 100 tahun usaha pertambangan Minyak & Gas bumi Indonesia ini adalah museum yang bertemakan hal-hal yang berhubungan dengan pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam di Indonesia. Bangunan museum ini menyerupai anjungan minyak lepas pantai dan 2 buah gedung yang berbentuk seperti tanki timbun minyak bumi. Bangunan utama museum adalah gedung yang menyerupai anjungan minyak lepas pantai sedangkan 2 tanki timbun masing-masing memiliki tema yang berbeda dimana tanki timbun sebelah kanan digunakan untuk memamerkan kegiatan-kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan produksi, sedangkan tanki timbun sebelah kiri direncanakan untuk memamerkan kegiatan-kegiatan pengolahan migas, pengangkutan dan dampak lingkungan. Namun pada saat saya berkunjung dua gedung diatas dalam keadaan terkunci, jadi review yang akan saya berikan untuk museum ini hanya gedung utama museum yang berbentuk seperti anjungan minyak lepas pantai. Diluar gedung, juga dipamerkan berbagai macam benda-benda peragaan asli yang pernah dipakai oleh perusahaan-perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi pada zaman dahulu.

Inside The Museum

Pada saat Traveler masuk ke museum ini, Traveler akan disuguhkan pemandangan seolah-olah Traveler sedang memasuki sebuah anjungan minyak bumi lepas pantai dimana terdapat sebuah pompa minyak bumi yang terdapat di tengah-tengah danau Museum. Selain itu, Traveler juga bisa melihat berbagai macam alat-alat perminyakan yang dulu pernah digunakan oleh perusahaan MIGAS yang ada di Indonesia.

Kilang Minyak Lepas Pantai
Setelah Traveler memasuki gedung Museum, di ruang utama terdapat sebuah diorama yang menggambarkan kegiatan migas dari hulu ke hilir yang dinamakan "Taman Minyak". Taman minyak ini merupakan ilustrasi kegiatan pengusahaan MIGAS yang ideal, dimana dalam satu wilayah tercakup semua kegiatan dari hulu hingga hilir. Tampak di diorama tersebut terlihat kegiatan sehari-hari dalam mencari, menemukan, memproduksikan, mengolah MIGAS, mengangkut dan mendistribusikan produk-produknya hingga dapat dimanfaatkan oleh umat manusia.

Ruang utama museum
Diorama kegiatan migas dari hulu ke hilir
Diorama kegiatan migas dari hulu ke hilir












Tidak jauh dari diorama taman minyak terdapat berbagai macam benda yang berhubungan dengan pertambangan minyak bumi seperti pahat bor intan yang digunakan untuk mengebor lapisan batuan keras yang pernah digunakan di laut natuna, selubung yang pecah akibat semburan liar gas yang terjadi di daerah operasi hulu cirebon, Tong barrel yang semula digunakan untuk perdagangan anggur diabad pertengahan yang berubah fungsi menjadi alat ukur minyak bumi dan beberapa alat ukur & tempat BBM di Indonesia.

Pahat Bor intan
Selubung yang pecah


















Alat ukur minyak bumi
Alat ukur & tempat BBM






Produk-produk kilang unit pengolahan IV cilacap
Tidak jauh dari ruang utama museum yaitu disebelah kiri pintu masuk terdapat diorama yang sangat keren & menarik yang berbentuk sambungan dari lantai bawah ke lantai atas. Diorama ini adalah diorama "Peradaban Manusia". Dalam diorama ini dijelaskan mengenai peradaban manusia dari zaman purbakala sampai ke zaman masa depan yang digambarkan sangat bagus sekali. Diorama ini juga memiliki tombol penjelasan yang kalau Traveler tekan tombolnya maka diorama ini akan hidup & akan terdengar penjelasan mengenai diorama tersebut dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris & bahasa Indonesia.

Diorama peradaban manusia
Setelah melihat diorama mengenai perdaban manusia, ruangan berikutnya yang dikunjungi oleh Traveler adalah "Ruang Peranan" di ruangan ini dijelaskan mengenai peranan minyak & gas bumi yang tidak hanya sebatas bahan bakar saja, tetapi juga digunakan untuk hal-hal lainnya. Di ruangan ini juga dijelaskan bagaimana usaha umat manusia dalam pencarian minyak & gas bumi mulai daratan sampai dengan perairan. Di ruangan ini juga ada pohon minyak dengan berbagai produk pengolahan migas, model kilang minyak dari masa ke masa & contoh minyak mentah yang nantinya bisa dikonfersi sesuai dengan kebutuhannya mulai dari bahan bakar minyak, pelumas hingga bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.

Ruang peranan
Berbagai macam model kilang minyak darat & laut
Model kapal tanker
Minyak bumi & produk olahannya











Dari ruangan peranan, ruangan berikutnya adalah Ruangan Sejarah yaitu ruangan yang memaparkan mengenai bagaimana sejarah perkembangan minyak bumi dari masa ke masa. Sesi pertama yang Traveler lihat adalah sesi introduksi dimana dalam sesi ini dijelaskan mengenai bagaimana awal pemanfaatan minyak bumi di Indonesia. Di bagian ini terdapat 2 buah lukisan & sebuah diorama yang menggambarkan bagaimana rakyat Indonesia memanfaatkan minyak bumi dalam perdagangan, peperangan & kehidupan sehari-hari.

 Sebagai hadiah kepada kaisar cina
Untuk menghalau musuh





Untuk keperluan sehari-hari
Pencarian minyak pertama indonesia

















Dari sesi introduksi, sekarang kita menuju ke Sesi pra komersil. Di sesi ini, Traveler akan melihat & mempelajari bagaimana kegiatan perminyakan yang dilakukan di Indonesia dari masa ke masa mulai dari masa pra kemerdekaan, masa pendudukan Jepang dan pada masa revolusi fisik. Selain beberapa keterangan & foto, di sesi ini juga terdapat sebuah pompa duplex yaitu pompa yang digunakan untuk membuat aspal curah, tangki cikar yang digunakan untuk mengangkut bensin dari depot ke pompa bensin dan diorama yang menunjukkan bagaimana cara pengolahan minyak mentah.

Sesi pra komersil
Sesi pra kemerdekaan
Sesi masa pendudukan jepang
Sesi revolusi fisik
Pompa duplex
Tangki cikar
Diorama proses pengolahan minyak
Setelah melewati ruangan diorama, ruangan berikutnya adalah Sesi masa pembenahan. Selain terdapat beberapa foto & penjelasannya, di ruangan ini juga terdapat berbagai macam model kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak & gas bumi.

Sesi masa pembenahan
Model 17500 LTDW tanker
Model M.T. GEUDONGDONG
Model LNG Aquarius
Ruangan terakhir yang Traveler kunjungi adalah Ruangan peranan migas dalam pembangunan jangka panjang. Di ruangan ini dijelaskan mengenai bagaimana perkembangan perusahaan migas dalam pembangunan negara Indonesia. Selain beberapa foto & penjelasannya, disini juga terdapat berbagai maket & diorama pusat fasilitas pengolahan migas di Indonesia dan lambang beberapa perusahaan minyak di dunia.

Maket Ladang gas arun
Diorama Pusat fasilitas pengolahan migas 
Lambang perusahan minyak di dunia
Selain beberapa foto & diorama, di museum ini juga terdapat sebuah audiovisual yang menampilkan penjelasan dari masing-masing sesi. Audiovisual tersebut terdapat di setiap ruangan namun pada saat gw datang tidak semua audiovisual dalam keadaan menyala jadi hanya sebagian saja. Selain itu yang menarik dari museum ini adalah adanya beberapa tombol lampu di setiap sesi & beberapa diorama. Tombol lampu ini selain berfungsi sebagai penerangan museum yang keadaannya agak gelap & kurang cahaya juga sebagai penunjuk di beberapa diorama (ada surprise nya loh dari tombol ini ^_^).

Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Selasa sampai dengan Minggu dari jam 09.00-16.00. Untuk hari Senin yang jatuh pada hari besar, Museum ini tetap buka.

Harga Tiket: Rp. 2.000

Untuk rombongan Min. 30 orang :

Diskon 20% 

Akses menuju ke sana


Untuk Ke museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena Museum ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

Jadi, ingin mengetahui perkembangan & sejarah MIGAS di Indonesia...??? maka museum ini wajib dikunjungi. Oh iya karena pada saat gw dateng pada hari biasa, anjungan eksplorasi & produksi ditutup. Mungkin hanya dibuka kalau ada rombongan besar or hari sabtu & minggu. Jadi kalau masih penasaran dengan isi dua anjungan tersebut, saya sarankan datang pada hari weekend aja Selamat berkunjung.